Senin, 04 April 2011

Resensi Mayasmara

by Mieny Angel

MAYASMARA
Adalah sebuah cerita cinta yang ditulis oleh dua kepala yang mengangkat tema cinta dunia maya. Menunjukkan kepada kita bahwa cinta pun bisa tumbuh walau dalam dunia tanpa batas itu.
Mayana, nama tokoh dalam cerita ini yang terjebak cinta maya dengan seorang laki-laki dalam dunia maya, Nero. Kedekatan mereka pun ditulis secara unik, lewat sebuah jejaring social yang bernamakan facebook cinta itu tumbuh dan tumbuh subur. Awalnya Mayana tidak menyangka akan mencintai seorang Nero hanya bermula dari sebuah note (catatan).
Cinta, lagi-lagi cinta itu mampu merubah segalanya. Mayana yang notabene adalah keturunan darah biru, tidak sembarangan orang boleh mencintainya bahkan mempersuntingnya. Cintanya seakan diatur oleh orang tuanya. Tak hayal Mayana juga pernah beberapa kali mengalami patah hati karena hubungannya dengan laki-laki yang dicintainya harus putus lantaran tidak disetujui orang tuanya.
Hingga muncullah Nero dalam dunia barunya. Nero tidak pernah dikenal oleh keluarga Mayana karena memang Mayana pun tidak pernah mengenalnya secara nyata.
Karena dirasa umur Mayana sudah sepatutnya untuk menikah, orang tuanya pun bertekad menjodohkannya dengan seorang yang dirasa tepat bernamakan Dimas. Persiapan demi persiapan menjelang pernikahan telah diurus. Namun menjelang hari-H sebuah keputusan diambil oleh Mayana. Dia tidak bisa menikah dengan Dimas, karena dalam hati keduanya tidak ada cinta. Cinta Mayana sudah untuk Nero, lelaki yang entah dimana keberadaannya. Sedang hati Dimas masih terpatri oleh mantan kekasihnya. Pernihakan pun batal. Keluarga menahan malu atas kejadian ini.
Entah sadar atau hanya dimabuk asmara, Mayana pun bingung dengan keputusan yang diambilnya.
Semuanya jadi makin rumit.


Membaca Mayasmara membuat mata kita melek bahwasannya cinta itu memang bisa tumbuh di mana saja kapan saja dan tak mengenal siapa oleh siapa untuk siapa. Ya itulah cinta yang sulit untuk didefinisikan secara gambling. Buku mayasmara ini berisikan cerita yang ditulis dengan kata-kata yang indah, romantis dan penuh cinta. Selamat buat Dian Nafi dan a[art]gusfaizal yang mampu menuliskan kisah, Mayasmara. [MA]
*****
Wonosari, Maret 30.2011
Categories: ,

0 komentar: