Tampilkan postingan dengan label arias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arias. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 April 2012

Launching dan Bedah Buku Jadzab

Dihadiri 200 audiens, dihangatkan dengan tampilan pembacaan puisi oleh salah seorang audiens, dipanaskan para penanya dalam tiga sesi tanya jawab/diskusi  serta ditutup dengan pembacaan puisi oleh para penulis, launching buku Jadzab alhamdulillah sukses dan gayeng.

ketika santri menulis, ketika tulisannya dikaitkan dengan pesantren, tentu saja mengangkat citra pesantren. mengembalikan pada tradisi lama pesantren. karena sesungguhnya pelajaran utama dari Rasul adalah menulis.
Alqur'an dulunya ditulis tanpa titik, kemudian diperbarui dengan adanya titik, harokat, ilmu tajwid dan seterusnya, yang semuanya dimulai dengan proses tulisan.
Kejayaan Islam, kejayaan peradaban juga karena tulisan para ulama'. Jadi salah kalau kita sampai meninggalkan tradisi kreasi/menulis.
Kenapa jadzab?
Karena karakter santri setiap saat memang harusnya jadzab. majdzub, ditarik oleh Allah. dia tidak tahu akan ke mana, seakan tidak sadar, tapi yang dikatakannya itu dari Allah.
harapannya, penulis -penulis ini teruslah jadzab agar tidak jauh dari Allah dan ilham dalam berkreasi senantiasa dari Allah.
(Gus Reza - Rektor IAIT Tribakti dalam pembukaan acara Launching)

Launching buku JADZAB : Sekumpulan Puisi Lintas Pesantren, juga dihadiri para kyai dan ibu nyai. semoga berkah manfaat. aamiin..


YANG MENGHARUKAN
Nabila, mahasiswi Fisip UGM salah satu penulis puisi di buku JADZAB mengisahkan cerita berkenaan buku istimewa ini.
"ibu, di hari ulang tahunmu.buku ini yang terbaik yang saya punya saat ini kupersembahkan untukmu"
Dan sang ibu yang entah pernah menulis puisi sebelumnya atau tidak, demikian penuturan sang putri,  membalas persembahan dari putrinya dengan sebuah puisi indah yang dibacakan sang putri pada acara launching buku JADZAB kemarin.
menetes air mata haru mendengar kisah ini dan semakin deras air mata saat  dibacakan puisi karya sang ibu yang sangat menyentuh hati.



YANG MENGEJUTKAN
salah seorang dosen tribakti yang menjadi audiens, mengapresiasi buku Jadzab dengan membacakan salah satu puisi yang menjadi favoritnya dengan penuh penghayatan.
*ning Ochi.. i love you. demikian penutup dari pembacaan puisinya, ditujukan bagi sang penulis yang puisinya dia bacakan. tak ayal, gemuruh tepuk tangan, tawa, komentar dan berbagai reaksi lainnya menambah hangat suasana.

KURATOR NUREL JAVISSYARQI MEMBEDAH BUKU JADZAB
Usman Arrumy mewakili seluruh penulis buku Jadzab mengurai tentang isi buku. Kurator Nurel menyampaikan kritik dan juga pujian bagi puisi -puisi dalam buku ini.
sesi diskusi dibuka dalam tiga termijn. dengan masing -masing termijn mempersilakan tiga penanya. kesemuanya antusias dan membuka lebih lebar dan luas wacana seluruh yang hadir.


PEMBACAAN PUISI OLEH PARA PENULIS YANG HADIR
Acara ditutup dengan pembacaan puisi oleh beberapa penulis yang hadir dari berbagai tempat. Cirebon, Demak, Jogja, Lamongan, Kediri, Jombang.
Dan tak lupa sesi book signing dan ramah tamah para penulis menjadi bagian dari event launching yang alhamdulillah sukses.
semoga berkah.

Rabu, 23 Maret 2011

Mengenal penulis buku Turbulensi


Tentang Pengarang
Sigit Rais lahir di Bandung pada tanggal 22 Desember 1984 dari pasangan Tubagus Agus Suhara dan Iis Triani. Sejak kecil menyenangi bidang sastra, seni rupa, dan seni peran. Sambil belajar mendalami dunia aksara, tulisannya pernah dipublikasikan dalam tabloid Fantasi, Pikiran Rakyat, Radar Bandung, Bandung Post, Lampung Post, Gaul, BEN! Yogyakarta, buletin Literat, Dinamika & Kriminal, buletin Pawon Solo, majalah sastra dan seni Aksara, majalah Islam Message, majalah HAI, majalah Cerita Kita, majalah Say.
Buku-buku yang pernah diterbitkan, antara lain Jadi Jutawan dari Hobi (Indonesia Tera, 2009), Si Dodol vs Si Gokil (Kubus, 2009), Green Jomblo (Azka Media, 2009), 99 Bisnis bagi Pensiunan (Penebar Plus, 2009), Hobi Asyik Jadi Profit (2010), ON/OFF Cinta Pertama (Insist Press, 2005), Roh: Kumpulan Puisi Penyair Bali-Jawa Barat (Bukupop, 2005), manuskrip kumpulan puisi tunggal Parade Kegelapan (2005), kumpulan puisi Pagi di Buntiris (Selasar, 2005), kumpulan puisi Untuk Ibu (Selasar, 2005), Dari Karya Selebritis hingga Penulis Islami (2006), kumpulan puisi dan essai Ode Kampung (Rumah Dunia, 2006), antologi puisi Jogja 5,9 Skala Richter (Bentang, 2006), 142 Penyair Menuju Bulan (KSSB, 2007), dan Nyanyian Para Kelana (KSSB-ASAS, 2007).
Karya-karya puisinya mendapatkan penghargaan Puisi Terbaik II Lomba Cipta Puisi Hari AIDS Internasional Institut Perempuan-UNICEF (2004) dan Puisi Terbaik III Sayembara Menulis Puisi Remaja Tingkat Nasional Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (2006). Selain itu, beberapa cerpennya pun ikut serta menjadi finalis dalam beberapa lomba menulis cerpen, antara lain lomba cerpen antarmahasiswa di UNISBA dan ITB, serta lomba cerpen Srikanda Apresiasi Sastra.
Di bidang seni rupa, karyanya pernah diikutsertakan dalam pameran puisi visual di Universitas Airlangga (2006) serta vignet dan karikatur karyanya dimuat di beberapa penerbitan buletin di kampusnya. Di bidang seni peran, ia pernah mementaskan puluhan judul drama, kabaret, performance art, monolog, deklamasi, dan dramatisasi puisi, antara lain Epilepsi (1996), Masyitoh Abad XXI (2000), Cerita Cinta (2001), BOM (2002), Kapai-kapai (2002), Mundinglaya (2002), Sisit Kadal (2004), Petang di Taman (2005), pergelaran puisi Kanigara Senja (2003), Sajak Orang Gila (2003), dan lain-lain. Di samping itu aktif pula membuat film pendek bersama Nixmax Studio. Dua karyanya, yaitu The Black Death dan SKRIPSI pernah ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta lokal.
Semasa sekolah aktif berkegiatan di Teater Anak-anak SMU 6 Bandung (TERASE 06), subbidang penerbitan HIMA SATRASIA, Badalohor, Komunitas Selasar, Mnemonic Gank-Mnuliz, dan aktif mengajar seni peran untuk anak-anak yang tergabung ke dalam Qoeja art club. Selain pernah aktif sebagai pemimpin redaksi serta ilustrator buletin Literat, saat masih kuliah aktif juga di buletin Qalam Rata sebagai redaktur cerita pendek, dan sebagai penata letak di media Selasar.
Mendapat pendidikan formal dari TK Aisyiyah 11 Bandung (1989-1990), SDN Sarijadi 3 Bandung (1990-1996), SLTPN 15 Bandung (1996-1999), dan SMUN 6 Bandung (1999-2002). Kemudian melanjutkan studinya di Program Bahasa dan Sastra Indonesia, FPBS Universitas Pendidikan Indonesia (2002-2006). Selesai dengan sebuah karya skripsi berjudul Potret Perburuhan dalam Teks Drama Sobrat Karya Arthur S. Nalan.
Seusai kuliah, ia bekerja sebegai editor buku sejak tahun 2006 s.d. 2009. Kini bekerja dan tinggal di Jakarta.

Selasa, 22 Maret 2011

Kubawa Cinta Dari Samosir


Kubawa Cinta Dari Samosir

November lalu…
Bulan itu tlah menjauh pergi,
Semenjak ku...tatap kau terakhir kali di bandara Pollonia
Tak banyak kata, tapi sorot matamu mengatakan segalanya
Tentang harapan-harapan kita yang buram.

Pesawatku terbang ke Kota Kembang.
Membingkis satu kotak hati bernama cinta.
Inilah oleh-oleh terindahku dari pulau Samosir.
Kamu.

Perjumpaan kita di buritan kapal saat berlayar mengitari danau Toba,


hanya seminggu.
Dan kukenal kamu hanya sehari
Namun dengan cepatnya zat-zat cinta itu
bereaksi di tepian hatiku yang kering.
Oh, tapi semenjak adamu, hatiku basah.
Tak terlintas untuk menyentuh selain hatimu.
Sekalipun keraguan kerap mewarnai kisah kita yang terpisahkan pulau

Kekasih, mungkin ku tak bisa mengawasimu setiap saat
Aku tak kan pernah tahu lakumu sebenarnya,
Tapi aku sudah menitipkanmu pada malaikat untuk selalu menjagamu
“Agar kau selalu baik-baik saja”

Tapi, di kotak hatiku, kecemasan sungguh merajai
Oleh sebab beberapa hari tak ada kabar lagi tentangmu.
Apakah cinta kita mengalami erosi?
Apakah cintamu hanya bertahan beberapa waktu saja?

Aku limbung dengan hilangnya perhatianmu.
Dering hapeku tak lagi memunculkan smsmu
Teleponku tak ada jawaban darimu.
Apa yang terjadi padamu, dan pada cinta kita?
Berilah aku kepastian dalam gemuruhnya gulana ini.

Kekasih, adakah yang salah dengan jarak cinta kita?
Sebab aku tak mampu mengikis “pikiran kotor” tentangmu
Jika kau raib tanpa kata
Sendiri, aku hanya mampu meraba mimpi yang samar
Masih ada aku di hatimu, hanya satu harapku

Terbit di Hasfa Arias
Kumpulan Puisi
Kubawa Cinta dari Samosir
Rp. 38rb

silakan pesan ke inbox hasfapublisher atau sms 081914032201
Tulis nama/alamat/judul buku yg dipesan

Sabtu, 26 Februari 2011

SIMPANG JALAN


Sejatinya manusia hidup diantara pilihan pilihan. Sejatinya pula merekalah yang menentukan pilihan mana yang akan diambil. Hal itu menandaskan bila fitrah paling asasi dalam diri manusia, yakni jiwanya dicipta tuk bergerak dengan bebas. Tak ada seorangpun dapat mengendalikannya. Kendatipun raganya dikekang oleh lilitan rantai atau dijejalkan dalam penjara. Ialah kemerdekaan tanpa deklarasi yang bersemayang dalam diri tiap manusia.
Buku kumpulan cerpen Simpang Jalan ini adalah menifestasi dari hal itu. Kisah kisahnya menceritakan para tokoh yang sedang berada dipersimpangan tuk menentukan suatu pilihan atas realita hidup yang mereka jalani. Misalnya tokoh Suminah dalam cerpen berjudul ‘Terserah Suminah Saja’. Gadis muda ini sedang ketiban sial. Apa pasal? Lantaran ia musti menanggung hutang orang tuanya. Dengan iming iming mendapat dua puluh lima juta rupiah ia didesak oleh rentenir bernama juragan Kasman tuk melakukan kawin kontrak. Apakah Suminah rela mempertaruhkan kehormatannya demi rupiah atau kan mengambil jalannya sendiri? Atau cerita lain dalam cerpen berjudul ‘Rizki Maskid Kami’. Apakah Andika, salah satu tokoh dalam cerpen tersebut akan memanusiakan orang tuannya setelah pergi bertahun tahun mereka dari rumah. Akankah ia kembali berbakti dan menaruh hormat pada mereka berdua atau justru lebih memilih istrinya yang kaya sandang kaya papan lantaran ia anak seorang pengusaha.
Suminah, Andika dan tokoh tokoh dalam kumpulan cerpen ini yang menentukan pilihan mereka sendiri. Bila meminjam tag line buku ini, terlepas nanti pilihan mereka berujung buruk hingga mendapat stigma sebagai kawan setan atau berujung baik hingga diidentikan dengan berkawan dengan malaikat, biarkan mereka memenuhi panggilan jiwa masing masing. Buku ini tak berniat menjadi hakim apalagi jagal karena itu kisah kisahnya mengalir semaunya.
Hanya dari riak dan gemercik konfliknya pembaca diharapkan tak hanya mendapat hiburan. Tapi lebih dari itu dapat pula merenung, berkontemplasi, menimbang nimbang suatu perkara dengan matang, kemudian kembali melanjutkan langkah. Diharapkan terjadi metamorfosa kematangan emosional setelah membacanya. Dari tokoh tokoh dan jalan cerita dalam buku ini, dengan segala kerendahan hati kita sama sama belajar untuk lebih arif dalam menyikapi suatu persoalan hingga menemukan jalan keluar yang solutif
Dengan tebal 136 halaman, simpang jalan menawarkan kebaruan. Bila membaca ialah untuk berubah menjadi pribadi pribadi lebih baik secara personal dan sosial. Bila dengannya pula kita tidak gagap atas isu isu kemanusiaan. Menjadi melek atas nilai nilai hidup ialah suatu keutamaan. Lantaran karenanya kita tak gamang lagi bila kelak harus menentukan pilihan dipersimpangan jalan.
Judul : SIMPANG JALAN berkawan Setan Berteman Malaikat
Penerbit : Hasfa Arias-Lini Hasfa Publishing
Tebal : halaman: 136 hal
Harga : Rp. 40.0000
ISBN 978-602-98738-7-0

Cara Pesan
Silakan pesan via message ke inbox facebook hasfapublisher (http://www.facebook.com/hasfapublisher). tulis nama/ alamat/jml/judul buku yg dipesan.

Nita Sekretaris


ekerja pada sebuah perusahaan yang mempekerjakan pegawai local dan internasional, Nita mengalami berbagai dinamika. Sehingga kadang menempatkan dirinya dalam situasi yang tidak nyaman, juga dilema.
Ketidak adilan atasan juga tuntutan berbagai pihak yang menginginkannya menyelesaikan pekerjaan yang tidak seharusnya menjadi tanggung jawabnya, merupakan hal-hal yang menjadi ganjalan.
Novel ini mengetengahkan lika liku pekerjaannya berjuang memberikan hasil pekerjaan terbaik sambil tetap berusaha menahan diri pada kondisi-kondisi menekan yang ia alami. Berbagai ‘drama’ yang terjadi di lingkungan kerja dari sudut pandang seorang karyawan middle yang tidak punya kekuasaan ataupun pengaruh kuat atas segala sesuatu.

Bagaimana Nita sekretaris melalui semuanya? Bagaimana juga kisah cintanya yang terhalang berbagai tantangan?

Terbit di Hasfa Arias lini Hasfa Publishing
Novel : Sekretaris
Penulis: Renthyna Manurung
ISBN 978-602-98738-6-3
Rp 50rb
silakan pesan via message ke inbox hasfapublisher