Rabu, 28 Maret 2012

7 Tips Memasarkan Buku Self Publishing


Beberapa tips-tips pemasaran buku yang mereka tempuh (sekaligus menimpanya dengan opini saya sendiri sebagai pembaca/konsumen). Semoga tips ini bisa bekerja membantu anda, kawan-kawan se-forum. Berikut tipsnya :


1. Hindari bertumpu pada promosi online

Semua penulis buku melakukannya. Kompetisi terjadi tidak hanya sesama penulis self publishing. Penerbit mainstream rata-rata memiliki situs yang memajang setiap produknya. Mereka gencar memberi insentif bagi blog-blog yang meresensi setiap terbitan terbaru mereka. Penulis indie cenderung menaruh harapan sepenuhnya pada promosi online (gratis ). Anda bisa melihat status facebook dan timeline twitter dibanjiri oleh promosi buku. Buku anda berada diantara kerumunan pasar. Anda tidak punya ‘sesuatu’ yang bisa membuatnya ‘menonjol’. Sebagai salah satu cara, bolehlah. Tetapi sebagai satu-satunya cara, jangan !

2. Manfaatkan Komunitas spesifik anda

Umumnya penulis indie dewasa ini berangkat dari blog ( anda blogger ?). Saya yakin anda punya pembaca, yang lebih dari sekali mengunjungi laman maya anda. Coba buka dashboard ---> Comment. Lihat, dibawah nama pemberi komentar ada tersisip alamat email-nya. Inventaris semua. Lalu, buatlah satu file attachments berisi foto sampul buku, sinopsis buku & testimoni pembaca yang mirip sales letter. Kirim sekaligus ke daftar email tersebut. Mereka suka blog anda, mereka akan suka buku anda.

Jangan lupa berikan sentuhan pribadi berupa tandatangan dan seuntai kalimat bagi pembeli jadi. Sentuhan ini akan jadi kenangan yang memudahkan penjualan buku kedua anda kelak (karena tandatangan dan kalimat terima kasih dari penulis Dee Dee Sabrina, saya berjanji akan membeli lagi buku kedua-nya kelak)

3. Testimoni tokoh

Penulis umumnya –hanya- meminta testimoni dari sesamanya penulis. Dan butuh mukjizat bagi penulis pemula untuk memperoleh testimoni dari penulis ternama. Testimoni adalah ‘pengaruh’. Saya sendiri menghindari membeli buku yang halaman belakangnya dipenuhi testimoni. oleh penulis itu-itu lagi, yang royal mentestimoni semua buku dibawah naungan penerbitnya.

Manfaatkan ‘testimoni tidak tertulis’. Dee Dee Sabrina menceritakan pengalamannya memberikan secara cuma-cuma bukunya pada salah seorang dosen sastra. Tak lama setelah membacanya, Dosen bersangkutan ‘mereferensikan’ buku antologiISI’ sebagai bacan yang ‘wajib’ kepada para mahasiswanya.

4. Berdayakan Media lokal (Koran & radio)

Media konvensional seperti koran harus diakui lebih punya kredibilitas ketimbang media online. Tingkat kepercayaan publik telah dibangun media tersebut selama bertahun-tahun. Pembaca mempercayai koran langganannya.
Koran biasanya punya halaman budaya pada edisi hari minggu. Anda bisa menemukan kolom resensi buku disebelah cerpen atau puisi. Setiap daerah pasti bangga atas setiap pencapaian prestasi warganya sendiri. Koran lokal umumnya punya keberpihakan untuk memuat sinopsis –atau resensi- buku dari penulis yang punya keterkaitan dengan wilayah penyebarannya. Media gemar menampilkan sosok yang bisa menginspirasi lingkungannya. Kirimkanlah satu jilid buku anda kepada redakturnya. Antar sendiri lebih bagus, disertai dengan soft copy berisi sinopsis atau resensi siap unggah ke hard disk redaksi.

Dee Dee Sabrina mengungkapkan bagaimana dia mendatangi rekan-rekannya di komunitas radio di kota stabat Medan, untuk menampilkan profilnya sebagai penulis muda dalam satu sesi siaran. Radio butuh berita, jadi win-win solution, bukan ?

5. Datangi bekas sekolah/kampus anda
Sumbangkan satu jilid buku anda untuk perpustakaan kampus. Lebih bagus lagi jika kampus anda punya media internal (majalah/bulletin/Koran/radio). Buat satu forum dimana anda bisa berbagi pengalaman dan inspirasi kepada yunior-yunior anda. Bawa beberapa contoh buku untuk direct selling. Pembaca buku suka membeli lansung dari tangan penulisnya. Jangan shock bila mereka meminta foto dan tanda tangan, yah.

6. Stok buku
Ini tips dari Vira Cla. Dia sengaja membeli bukunya sendiri dalam jumlah yang cukup signifikan sebagai stock. Ini berhubungan dengan psikologi masyarakat kita, yang lebih nyaman bertransaksi dengan manusia ketimbang situs. Yang perlu diingat dalam penjualan online adalah kejelasan profil penulis yang sekaligus merangkap sebagai pemasar. Buat calan pembeli merasa ‘aman’ berhubungan dengan anda, baik melalui blog pribadi maupun akun anda di jejaring sosial. Lengkapi data-data dan foto pribadi anda di akun tersebut. Penulis dengan nama alias/samaran tidak punya tempat di era web 2.0.

7. Kirim buku anda ke editor/kritikus nasional
Ini tidak berdampak lansung bagi penjualan, tapi umpan baliknya bisa diluar dugaan. Manfaatkan fitur pencarian teman di Facebook anda. Cari nama-nama besar semacam Nirwan Dewanto atau Nirwan Ahmad Arsuka. Cobalah untuk berteman dengan mereka. Mereka adalah orang yang ramah. Jika interaksinya sudah dirasa cukup, kirimkanlah satu jilid buku anda kepada mereka. Minta mereka memberi masukan, semata-mata demi perbaikan bagi cetakan buku anda selanjutnya. Mungkin mereka tidak akan meresensinya di Kompas. Paling tidak dia memberikan apresiasi, penyemangat bagi anda. Syukur-syukur dia menuliskannya di status FB atau tweet di timeline mereka. Bila itu terjadi, siap-siaplah untuk bolak-balik ke kantor pos.

Ketujuh tips diatas ibarat aliran sungai-sungai kecil yang akan bermuara pada samudera penjualan yang lebih besar. Harus disadari kalau –khususnya penulis pemula- ‘faktor nama’ di pasar buku masih jadi rujukan pertama bagi konsumen. Ketujuh cara diatas ibarat lahan, anda menyemai benih (nama) yang kelak tumbuh menjadi pohon popularitas.

sumber: internet

TALKSHOW BENGKEL JIWA di Radio Smart FM

bismillahirrahmanirrahim

alhamdulillah.  Hasfa mewakili gus Awy sebagai penulis bengkel jiwa untuk talkshow di smart fm. ini kali ketiga hasfa datang berkunjung untuk talkshow.
yang pertama untuk novel mayasmara, yang kedua untuk buku Dear Love.

mas Adi dan mbak Vero teman berbincang yang asyik. dua penyiar senior ini tak pernah kehabisan bahan dan pertanyaan, sehingga waktu satu jam berlalu begitu cepat. begitu padat. dan ebenarnya masih ada banyak sekali keingintahuan baik dari mereka maupun pendengar radio mengenai bengkel jiwa ini.


kami nukilkan beberapa hal yang kami perbincangkan bersama di acara talkshow tsb.
(T mewakili Tanya baik dari penyiar atau pendengar. J mewakili jawab dari hasfa mewakili gus Awy yang masih studi di Makkah dan belum bisa turut hadir)


T: tentang apakah buku bengkel jiwa ini, apa yang melatarbelakangi penerbitannya.

J: Buku bengkel jiwa hadir karena melihat situasi kehdupan yang semakin mengganas namun masih sedikitnya panduan dalam mengarungi kehidupan ini. Buku ini adalah pedoman ringkas bagi pembenahan jiwa dan panduan dalam menjalani kehidupan.
Sebagaimana endorsement mas Prie GS, seorang budayawan,
“…Perjalanan spiritual itu tidak rumit. Ia rekreatif, menyenangkan dan jelas petanya. Setidaknya begitulah gaya buku ini bercerita…”
Penulis menggambarkan kehidupan ini seperti sirkuit. Ada lima sirkuit penting, alam ruh, rahim, dunia, barzakh dan jannah-nar. Di alam dunia inilah, sirkuit terdahsyat. Kendaraan yang kita naiki adalah amal.
Yang setirnya adalah hati, mesinnya aqidah, bensinnya iman  yang terkonsentrasi, rodanya sholat, spionnya akhlaq dan remnya adalah ilmu agama.
Sparepart yang disediakan olehNya ini kadangkala aus, kendaraannya melanggar rambu, keluar jalur/track, masuk jurang dan sebagainya, sehingga hancur berantakan.
Tetapi masih bisa direparasi. Diperbaiki untuk bisa melanjutkan perjalanannya. Bagaimana caranya? Silakan baca bengkel jiwa…



**
HADIR DI GRAMEDIA,GUNUNG AGUNG, TOGAMAS.

Judul: Bengkel Jiwa
Penulis: Awy A Qolawun.
ISBN 978-602-98570-0-9
164 hlm
Rp 25rb

bisa dibeli online. silakan sms 081914032201 utk pre order atau inbox fb Hasfa Publisher.
harga sama. Rp 25rb. bebas ongkir (wilayah Indonesia)

Kiat Sukses Menulis Ala Ahmad Fuadi

Setiap penulis tentu memiliki kiat-kiat sendiri dalam proses kepenulisannya. Ada banyak cara yang mereka lakukan untuk mengembangkan suatu ide hingga menjadi sebuah rangkaian cerita yang enak dibaca dan membekas dalam hati dan benak pembaca. Syukur-syukur bisa menjadi best seller sehingga mendatangkan keuntungan ekonomi yang sangat fantastis.
Beruntunglah hari ini, dalam acara Telkomsel-Kompasiana Blogshop 2011 di Jakarta, saya bisa mendapatkan kiat-kiat tersebut secara langsung dari salah seorang penulis best seller dan menjadi pembicaraan di negeri ini. Dialah Ahmad Fuadi penulis “Negeri 5 Menara” dan “Ranah 3 Warna”. Kedua novelnya ini masuk dalam jajaran buku best seller. Tak hanya itu, banyak penghargaan yang diraih mulai dari Anugerah Pembaca Indonesia 2010 hingga Khatulistiwa Literary Award.
Menurut Ahmad Fuadi, tulisan itu merupakan karya yang tidak akan pernah mati, dia akan hidup selamanya. Sarannya, usahakanlah tulisan tersebut membawa kebaikan. Menulis itu juga membuat awet muda dengan kebaikan-kebaikan yang dituliskan tadi. Demikian motivasi yang diberikan Ahmad Fuadi kenapa kita harus menulis.
Ada beberapa kiat yang dilakukan Ahmad Fuadi selama proses kreatif menulisnya, yaitu pilihlah topik yg kita tahu, yang kita senangi, yang kita care, dan yang sangat mendalam di hati kita. Topik-topik yang kita tahu, senangi, care, dan mendalam tersebut akan memudahkan kita dalam pengembangan ide hingga melahirkan suatu tulisan yang baik. Insya Allah, tulisan yang mendalam di hati seorang penulis akan mendalam pula di hati pembaca dan memberi kesan yang tak mudah dilupakan orang.
Selain itu, temukan worldnya apa. World Ahmad Fuadi adalah dunia pesantren tempat dia menimba ilmu. Kehidupan pesantren yang unik demikian melekat dalam hatinya. Itulah worldnya Ahmad Fuadi. Dia juga menyebutkan bahwa menulis itu harus dari hati, biasanya menulis dari hati akan melekat pula dalam hati pembaca. Itulah alasannya kenapa kita harus menulis dari hati. Lebih baik lagi kalau hati itu dikombinasi dengan kepala. Kombinasi keduanya akan menghasilkan tulisan yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan.
Ahmad Fuadi mulai menulis tahun 2007. Dia menulis pengalaman yang dia alami 20 tahun yg lalu, saat dia masih duduk di pesantren.  Banyak yang dia lakukan untuk membangkitkan memori yang sudah berlangsung selama 20 tahun yang lalu itu. Cara yang dia lakukan antara lain melakukan riset dengan mencari referensi sebanyak mungkin, terutama yang berkaitan dengan masa pendidikan di pesantren. Riset yang luar biasa memegang peranan penting dalam proses kepenulisan, demikian Ahmad Fuadi berkisah. Riset juga dia lakukan dengan membaca diary yang pernah dia tulis ketika di pesantren. Bahkan foto-foto masa di pesantren dan surat-surat yang pernah dikirim Ahmad Fuadi buat amaknya (ibunya) tak luput dari bahan risetnya.
Menurut Ahmad Fuadi, kunci sukses seorang penulis antara lain banyak membaca, bergaul dengan kamus (baca kamus), dan rajin membaca thesaurus (kamus sinonim). Kenapa kita harus membaca thesaurus? Gunanya agar kita bisa mencari padanan kata yang sama sehingga tak selalu berulang dalam tulisan.
Kapan waktu yang baik untuk menulis? Menurut Ahmad Fuadi, waktu yang baik untuk menulis adalah waktu subuh. Dia selalu menulis di waktu Subuh, sekitar setengah jam. Rata-rata Ahmad Fuadi menulis sekitar sejam dalam sehari. Dalam 1½ tahun, Ahmad Fuadi sukses menghasilkan satu buah buku. Menurutnya, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Yang penting rencanakanlah mulai dari sekarang kalau ingin menghasilkan sebuah buku.
Ahmad Fuadi juga menuturkan alur kerjanya dalam proses menulis. Pertama, membuat mind mapping (menjaring ide), kedua: membuat kerangka awal (calon daftar isi), dan ketiga: membuat pointer untuk memecah ide. Pointer ini dicicil menjadi paragraf, bab, hingga buku.
Di akhir pembicaraannya, Ahmad Fuadi memberi kesimpulan. Katanya, mulailah dengan pertanyaan yang besar, kenapa? Kemudian temukan worldnya, lakukan riset, tetaplah konsisten, luruskan niat, kembangkan subjek yang familiar, dan terakhir carilah referensi, baik dalam wujud tulisan maupun visual.
Ahmad Fuadi berpesan, “Siapa yang bersungguh-sungguh dialah yg berhasil, man jadda wajada”.

sumber: internet

Rabu, 07 Maret 2012

Buku Baru Lagi: Sekumpulan Sajak Pesantren- J A D Z A B

Sekumpulan Sajak Pesantren
J A D Z A B
Penulis: Usman Arrumy-Devie Sarah Khan-Amna Milladiyah-Sekar Aisha Nahdhia
Mawar Merah- Cahaya Langit-Nurul Farida Wajdi-Hasan ben Aly-Ella Ainayya- Muh. Ufi Ishbar Noval-Ita Rosyidah Miskiyyah -Nabila Munsyarihah-Violet Angel-Nada Haroen-Ami Kafie- Azzqie Adawiyah-Awy' A. Qolawun- Dian Nafi.

Endorsment:
Sebagian dari mutiara mutiara dunia yang akan menyinari dunia dg pantulan sinarnya, menebus cakrawala dengan keindahan kata dan keindahan pribadi nyata.
Puisi ini adalah jeritan dan gambaran hati. Dan Allah-lah yang maha Tahu. Wallahu A'lam bishshowab. ( Ibu nyai Lilik Qurrotul Ishaqiyah – pengasuh pp Langitan )

Pengantar : Dr.Suwardi Endraswara, M.Hum
Judul antologi ini “Jadzab”, sungguh sebuah pilihan yang menjadi ruh puisi-puisi yang lain. Hidup ini barangkali memang sedang menjadi jadzab. Entah sampai kapanpun, manusia diliputi jadzab. Manusia seakan tersihir oleh dunia, hingga lupa pada jadzab.
Kalau jadzab itu seorang sufi, mungkin sudah di atas Sunan kalijaga. Yang paling penting, melalui puisi yang termuat dalam antologi ini, mudah-mudahan pembaca dapat melihat jadzab ini secara proporsional. Hidup ini tidak sekedar permainan tanpa akhir, itulah kira-kira.
Saya tidak menduga, kalau para santriwan lan santriwati ternyata juga piawai merangkai titik menjadi kata, kata melebur jadi garis, garis menjadi takdir,
takdir terurai lewat keindahan bahasa. Sungguh sulit kalau saya harus cermati satu persatu. Namun, dari pembacaan saya dengan santai, dapat saya petik harapan bahwa semua penyair ini memang memiliki bakat. Mereka memiliki intelektualitas dan religiusitas tingkat tinggi.
Puisi-puisi yang tersaji ini dekat dengan sebuah pencarian “cahaya surgawi”. Puisi muhasabah,dzikir, dusta, sujud dan takbir adalah potret upaya penyair menemukan “ada yang tiada”

Kamis, 08 September 2011

MAYASMARA The Series

Pengantar

Hidup ini sederhana. Karena hasrat, keinginan dan lain sebagainya, jadilah hidup itu rumit. Berat. Maka menjadi beban. Dan mahal. Demikianlah Mayasmara, sebuah karya tulis imaji yang sangat sederhana, tadinya. Hanya tentang dunia maya. Ketika diinginkan kemayaan itu dinyatakan, ketika pertemuan itu dipertemukan, ketika keberlanjutan itu disyaratkan, maka Mayasmara ditempatkan pada jalur-jalur yang rumit dan sulit. Batas-batas kemayaannya telah diterabas untuk menyata, bahkan berusaha menyatu dengan hal tertentu. Namun ketika kemayaan itu tetap menjadi kemayasmaraannya, maka sebagai subyek, Maya akanlah tetap menjadi sebagai maya, bukan siapa-siapa. Bukan penulis bukanlah pula pembaca. (demikian pula yang akan terjadi terhadap Nero).

Namun kini Mayasmara sebagi buku sudah berkembang menjadi Mayaseries. Layaknya sebuah kembang, tidak selalu menghasilkan buah. Berkembang sesuai musim, berbuah sesuai musim. Bahkan kembang Mawar itu selalu berduri. Seriesnya Mayasmara ini janganlah menjadi jebakan yang mengekang pengembangannya itu. Imaji memang tanpa batas, namun harus memberi batas kepada subyek. Karena dalam keterbatasan itu subyek bisa menjadi subyek.

Banyak yang mengejutkan, ketika polah gaya para pengembang Mayaseries ini begitu sungguh berusaha untuk memepetkan kepada aslinya. Jempol. Namun sesungguhnya, dirimu adalah dirimu sendiri. Memang mustahil, kecebur tanpa basah. Namun sebagai jati diri, basah atau tetap kering bisa hanya sebagai persepsi.

Tigabelas pemayaseries telah begitu liar mengembangkan. Terima kasih, diterima untuk dikasih-kasihkan, menjadi seikat kembang. Walau Maya telah menjadi tidak maya lagi. Entah apa namanya. Mungkin judulnya Mayaseries hanya berusaha menjadi sebuah jambangan. Pembacalah yang menempatkan bunga di dalamnya. Selamat menjadi tidak maya.

MAYASERIES
Mayasmara The Series
168 halaman
Rp 37rb.
untuk teman-teman yang menginginkan sequel mayasmara-mayaseries, silakan pesan via inbox atau sms 081914032201

Minggu, 28 Agustus 2011

3 SARAN MEMPERKAYA TULISAN


Kita, yang gemar membaca ataumenulis fiksi, mungkin pernah merasa cemburu, kagum, atau heran, saat membaca sebuah tulisan bagus ?
Saking bagusnya, kita sampai berkesimpulan bahwa, menulis fiksipasti sejenis bakat bawaan lahir; alih-alih berkesimpulan hasil dari proses belajar/latihan.
Tapi saya memilih kesimpulan terakhir. Karena merasa tidak punya bakat menulis, saya lebih berusaha mempelajari bagaimana cara mereka bisa menulis sebagus itu.
Bila perhatikan, tulisan para penulis ‘berbakat’ itu cukup mudah dikenali. Beberapa pembaca menyebutnya sebagai ciri khas. Sadar atau tidak, yang dimaksud ciri khas itu tersusun oleh pola-pola tertentu, berulang. Kita hanya perlu ‘membaca dua kali’ untuk mengenalinya.
1.Miskin kosa kata = Miskin pembaca
Imajinasi butuh medium untuk terungkap. Itulah Kata. Menurut Gorys Keraf, semakin banyak kata yang dikuasai seseorang, semakin banyak pula gagasan/ide yang dikuasainya dan yang sanggup diungkapkannya. Penulis ‘berbakat’ kaya akan diksi (pilihan kata). Mereka mampu memilih kata yang tepat untuk mengungkapkan gagasan karena beragamnya pilihan kata –yang mereka tahu-.
Sulit menyukai tulisan yang terbangun dari kata-kata ‘pasaran’ (denotatif) saja. Kata ‘berjalan’ misalnya, ditangan penulis ‘berbakat’ dapat diberi tekanan emosional tertentu (konotatif), dengan kekayaan padanan kata yang diketahuinya; Mengendap-endap, berjinjit, melenggang, gontai, tersaruk-saruk,
2. Tajam mata itu tajam pena
Dalam Bilangan Fu, Ayu Utami begitu royal memakai istilah-istilah teknis rock climbing. Taruhan, ‘Bilangan Fu’ tidak akan sebagus itu seandainya Ayu Utami tidak ‘mengalami’’ sendiri pemanjatan tebing.
‘Mengalami’ berbeda dengan ‘memikirkan’. The Inheritance of Loss akan dipenuhi kalimat-kalimat tumpul, seandainya Kiran Desai tidak tajam ‘mengalami’ krisis identitas sebagai orang india.. Apa jadinya Middle Sex sekiranya Jeffery Eugenides tidak ‘mengalami’ dirinya sebagai orang Yunani di Detroit ? Booker prizetidak akan diberikan pada novel Too Kill The Mocking Bird seandainya Harper Lee hanya ‘berandai-andai’ sebagai orang Alabama.
Sebagai pembaca, saya sering menemukan tulisan bagus, dan saya tahu penulisnya hanya ‘memikirkan’ namun tidak ‘mengalami’ sendiri tulisannya. Tapi saya selalu menemukan nilai ‘lebih bagus’ pada tulisan berdasarkan pengalaman.
Pena yang tajam hampir pasti bersumber dari mata yang tajam. Fiksi bersumber dari imajinasi. Imajinasi bersumber dari pengalaman. Lihat bulan, lalu tulislah tentangnya. Kita akan kewalahan menerima serbuan imajinasi, tentang bulan, datang dari segala arah.
Bandingkan dengan usaha menulis tentang kuda, atau perahu pinisi, yang informasinya semata dari bacaan & tuturan orang. Hasilnya datar, kering, karena imajinasi kita datang dari sumber sekunder, Dorongan liar berimajinasi tersandera beban ‘takut salah’.
Dewi Lestari rela ‘mengalami’ jadi anak kost selama 60 hari saat menulis novel Perahu Kertas. Kupikir, ini adalah saran yang bagus dari Dee.
3. Membaca dulu, baru menulis
Saya curiga, penulis ‘berbakat’ itu lebih banyak membaca ketimbang menulis. Itu saran terbaik dari mereka. Kecuali ingin tulisan kita hanya di baca oleh diri kita sendiri.
Seperti kata cendekia; sebuah tulisan/buku pada dasarnya –hanya- bercerita tentang buku sebelumnya. Tentu saja tidak ada yang menyarankan meniru, atau menghalangi inovasi untuk menciptakan ‘hal baru’ (memang ada hal baru dibawah kolong langit ini ?).
Otak ibarat bank data. Bacaan mengisi saldo kita. Menulis butuh modal, yang tentu didebet dari rekening otak. Data-data yang terekam akan menstimulasi imajinasi. Bacaan memperkaya imajinasi, imajinasi memperkaya tulisan. Bacaan memperkaya korelasi, saat otak mampu menjangkau kesalinghubungan antara berbagai hal yang sepertinya tidak. Middle Sex kaya, hanya karena otak Jeffrey Eugenides kaya akan bacaan; Sejarah, medis, psikologi, ekonomi, budaya dan seni.
Ah, ketiga saran menulis fiksi diatas sebenarnya lebih ditujukan kepada diri saya sendiri.

sumber : internet


Kamis, 18 Agustus 2011

Soulmate dan transformasi jiwa




Bulan ini istimewa sekali Karena Ramadlan dan Agustus bertemu. Tanggal 17-nya membawa kita kembali mengenang proklamasi tahun 1945. Pas sama, 17 Agustus juga 17 Ramadlan, hanya saja saat itu harinya Jumat, 2011 ini jatuh di hari Rabu.
Dan menjadi makin istimewa karena hasfa bareng hasfriends berkesempatan melaunching empat buku barunya 14 Agustus 2011 lalu. Hari Ahad pagi di toko buku Togamas –Semarang.
Seru karena empat buku mewakili empat genre.
Fiksi di DearLove
True Story di Bilakah Tuhan Jatuh Cinta
Esai di Wanita Era Digital
How to, buku motivatif inspiratif Bengkel Jiwa

Agustus, bulan kemerdekaan dan Ramadlan seperti soulmate. Meski kadang tidak bertemu, mereka saling merindukan. Dan demikianlah adanya, meski terpisahpun spirit mereka ada satu sama lainnya, saling.
Ingin tahu lebih banyak tentang soulmate, rindu, jodoh dan berbagai karakter cinta?
Baca Dear Love ya….tersedia di Gramedia, TB Gunung Agung dan Togamas.
Ramadlan sendiri adalah bulan transformasi jiwa, mencuci dan membersihkannya hingga kembali fitri. Ah…jika spirit Ramadlan dan kemerdekaan ini benar-benar mempengaruhi kita semua, satu bangsa, bayangkan perbaikan apa yang akan terjadi.
Karena meski jiwa kadang kotor, busuk dan rusak, hancur lebur sekalipun, ternyata masih bias bertransformasi. Masih bisa direparasi.
Caranya? Baca Bengkel Jiwa ya… tersedia di Gramedia, TB Gunung Agung dan Togamas. Hanya Rp 25rb.

Jumat, 05 Agustus 2011

Bilakah Tuhan jatuh Cinta

Upcoming Book!Dari Event FTS Kekuatan Cinta dan Doa,
BILAKAH TUHAN JATUH CINTA
Penulis: Dian Nafi dkk
Penerbit: Hasfa Publishing
...ISBN 978-602-9160-17-8
150 hlm
Rp 38rb

Sebentuk hati adalah ruang cinta yang tak bisa dimengerti selain dilakoni saja. Maka harus bersinergi dengan akal dan nafsu, sebagai unity triads of life. Ketika itu tercapai, saat itulah cinta bersemi. Jika sesaat saja begitu dahsyat. Apalagi setiap saat.
Pikirkan saja sendiri, kalau kau mampu (merasakannya, menjadi lebih bijak)

Cinta adalah ungkapan, maka bahasa menjadi keterbatasan untuk melintas hingga menerabas batas. Sesaat iklas sudahlah mengungkap dan menangkap cinta untuk dilepasbebaskan lagi. Karena cinta itu dibebaskan, membebaskan.


Dalam dan dengan cinta, manusia jatuh cinta, mempertemukan. Maka simpul pertemuan itu harus dilepas agar cinta itu menjadi : menjadi adanya cinta, cinta se-ada-nya. Mungkin keberhasilan sinergi hati, akal, dan nafsu menjadi energi cinta, dan ketika bereaksi dalam interaksi waktu akan berubah menjadi cahaya dalam proses hidup, yang dibahasakan (dalam keterbatasannya) sebagai “cinta”.Cinta itu bisa menjadi begitu pelik.
Maka lihatlah dengan sederhana, karena Tuhan pun sangat sedehana. Apalagi cinta-Nya.

All Penulis BTJC : Harlis Setyowati. Ana Monica. Nuraini latifah. Ummu Salma. Windy Asriani. Ayicha Sheila. Winarto.Sri Mulyaningsih. Mohammad Ramdhani. Amma O Chem. Dinu Chan. Dee An. Arif Zunaidi Riu Aj.Lestari. Asri Andarini. Inggang Perwangsa. Putri Hasyim. Elly Romdliyana. Haziah Ans. Kiandra Aesha. Intan Daswan. Yudith Fabiola. Prima Dwi Nanda. Erni Ratnawati. Lintang Kelana. Neny Silvana. Nur Aini Fa. Riana Sriwijayanti. Rela Putri Pamungkas. Mukti A Farid. Ila Rizky Nidiana. Ragil Kuning. Dwi Puspa Nurya. Minarni Solikhatun. Chika Rei. Nessa Kartika. Muzzamilah. Ainun Kurnia. Tsuraya WiduriImroatul Aziza. Dwi Aprilytanti. Leila Rizki Niwanda. Triana Dewi. Xanjeng Nura. Rurin Kurniati. Amanda Ratih Pratiwi. Dwi . Haris Firmansyah Hirawling. Sigit Dwi Wintono. Ney Lee. Fauziah Harsyah. Agnety. Molzania. Taufiqurrohman Hariri. Riana Yahya. Ade Batari. Siemalla Nenny Makmun. Iban Robani. Okti Li. Yanti Nurohmayanti. Victoria Ivy Tansil. Ihsanul Fikri. Damia B Gatimurni. Nailul Fitri

Kamis, 04 Agustus 2011

PENGUMUMAN EVENT FTS KEKUATAN CINTA DAN DOA


Terimakasih atas partisipasi teman-teman semua. Selamat untuk yang terpilih ataupun yang belum. Tetap semangat dan terus semangat mengasah tulisan dan mengembangkan diri !!

Berikut adalah judul-judul naskah terpilih yang akan dibukukan.

1. Cintamu Hadir Menguatkanku

2. Di Sinilah Cinta Tiba Dan Terluka

3. Ujian-Mu Menguatkanku

4. Cinta Dan Doa Bunda

5. Detik Penantian

6. Getar Nada Napas Cinta Dan Doa

7. Doa Tengah Malam

8. Keajaiban Itu Di Tangan-Nya

9. Kata Ajaib “Yang Terbaik”

10. Cinta Dan Doa Menguatkan Aku

11. Ganriki

12. Indah Pada Waktunya

13. Kekuatan Cinta Memang Luar Biasa

14. Hadirmu Dalam Sujud Panjangku

15. Dan Bayi Itu Pun Lahir Dengan Selamat

16. Akhirnya Dia Berjilbab

17. Air Mata Nisa

18. Bersatunya Cinta, Jawaban Atas Berjuta Do’a

19. Sembilan Tahun Aku Mencarinya

20. Di Atas Sajadah, Kumunajatkan Kidung Cinta

21. Cintanya Menguatkanku

22. Doa Si Pemudik

23. Lelaki Dan Rumpun Buah Cery

24. Perjuangan Atas Nama Cinta

25. Kembalinya Doa(Lintang Kelana)

26. Keajaiban Doa Yang Terkabul

27. Ketika Malaikat Mencatatnya

28. Ikatan Batin

29. Karena Cintanya

30. Air Yang Barokah

31. Tas Merah Pak Eko

32. Hati Yang Kembali

33. Les Untuk Les

34. Genggaman Dalam Nafasku,

35. Hanya Ibu

36. Dendam Cinta Untuk Bapak

37. Hati Biru Di Tempat Baru

38. Antara Ibu Dan Adam

39. Semua Karena Cinta

40. Aku, Dia, Dan Tuhan

41. Thank You, Allah

42. Atas Nama Cintanya

43. Cinta Dan Doa Untuk Sang Amanah

44. Cinta Menyembuhkan Suamiku

45. Cinta Yang Tertunda

46. Kais Kasih Ibu

47. 1 Doa 1 Cinta

48. Matematika = Nol Kilometer

49. Cinta Dibalas Doa

50. Doaku Pada Tuhan

51. Keajaiban Doa

52. Dawai Cintamu

53. Pada Jiwa-Jiwa Yang Tulus

54. Ibuku

55. Kau Tercipta Bukan Untukku

56. Kekuatan Cinta Dalam Do’a

57. Kekuatan Cinta Dan Doa-Semalam Di Berhalo

58. Kekuatan Cinta Dan Doa Ibu

59. Belahan Jiwa Yang Kau Kirim

60. Menggapai Cita Dengan Kekuatan Doa

61. “Niscaya Akan Kukabulkan Bagimu…”

62. Quantum Doa

63. Rencana Tuhan

64. Tangan Indahnya

65. Tanyalah, Mengapa Kita Malu-Malu Menyatakan Cinta

66. Bisikan Doa

Bagi yang naskahnya terpilih, mohon kirimkan biodata naratif maksimal 400 karakter. (ditunggu s/d 7 Agustus 2011)

email dlm bentuk attachment ke hasfriends57@gmail.com

subject email: BIO FTS_judul naskah_nama penulis

Contoh biodata naratif:

Dian Nafi. Pecinta purnama, penikmat hujan. Menulis 7 buku solo dan 24 Antologi. Di antaranya: Titik Balik (Leu), LL Serendipity (IndiePub), Crazmo (Leu), Be Strong Indonesia (#writers), Setan 911 (Leu), Para Guru Kehidupan (Gerai) Opick Inspirasiku (Leu) Mayasmara (HP), Balita Hebat (Jendela), Kencantren (HP), Man Jadda Wada Series (Bentang), Storycake Ramadhan (Gramedia Pustaka Utama). twit@ummihasfa

oh ya, ikuti juga event berikutnya berkenaan dengan Dear LOVE.

Lomba Komen Dear Love

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=254153214595680&set=at.252884051389263.73289.216191115058557.100001861539154&type=1&ref=nf

Lomba Resensi Dear Love

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=255300177814317&set=at.216192158391786.64441.216191115058557.100001861539154&type=1&ref=nfm

Sudah membeli Dear Love?

Berikut 15 alasan membeli DearLove untuk koleksi pribadi maupun sebagai hadiah bagi kawan/saudara/yg tercinta

1. berisi 111 naskah terpilih dari 800-an naskah yg masuk

2. mengandung esensi kebaruan

3. penuh kejutan dan menginspirasi

4. royalti menjadi kontribusi bagi pendidikan anak usia dini

5. sebagai referensi membuat flash fiction

6. menjadi sumber inspirasi dalam menulis....bayangkan 111 ide, bisa jadi 111 cerpen dan 111 novel jika dikembangkan. tentu saja harus berimprovisasi agar tdk menjadi plagiator.

7. membaca sastra, melembutkan jiwa. Mengasah kecerdasan emosional, spiritual, dan kepekaan sosial

8. 111 cerita dengan 111 moral of the story, hikmah yang bisa dipetik.

9. belajar empati dengan membaca berbagai kisah di dalamnya, ada bahagia, kesedihan, airmata, dsb.

10. bahan kontemplasi diri, ataupun bersama pasangan dan siapa saja.

11. memahami cinta dan pernak perniknya sehingga menghidupkan cinta demi meraih cinta dan cahaya ilahiah.

12. proses penulisan dengan pengalaman empirik dan puitis si penulis yang bisa dibilang, mencegah penghamburan kata.

13. memahami karakter cinta, keikhlasan cinta, serta usaha untuk cinta

14. menyuguhkan cinta dalam berbagai kondisi sosial yang ada

15. Bonus alasan; ada lomba resensinya, berhadiah paket buku senilai 200ribu.

Judul : Dear Love

menghubungi cinta-menghubungkan cinta-hubungan cinta

111 tulisan tentang cinta

Penerbit: Hasfa Publishing

ISBN 978-602-98386-7-1

227hlm. Rp 49rb

Hadir di Gramedia,TB GunungAgung,TB Togamas dan toko-toko buku

Rabu, 03 Agustus 2011

LOMBA MENULIS LANJUTAN MAYASMARA (DEADLINE 25 Agustus 2011)


Terimakasih teman-teman yang telah membeli, membaca dan mengapresiasi Mayasmara.
Berikut update sementara peserta event MAYASERIES:
1. Noor Hidayati
2. Alysa Inayah


Berikut info event-nya:
Mayasmara the series.
Mayana terus berjalan. Dia membutuhkan bantuanmu untuk melanjutkan ceritanya.
Buatlah novelette pendek tentang ini. 9 novelet terbaik akan dibukukan.
(Kontributor memperoleh royalty 10% dibagi jumlah kontributor)

Syarat:
Tulis dalam word 6-9 halaman, TNR 12, spasi 1.
Kirim dalam bentuk attachment file ke hasfriends57@gmail.com. Subject email:MAY-judul naskah.
Sertakan biodata naratif singkat dibawah naskah.
Oh ya, tuliskan juga salah satu atau beberapa subjudul favoritmu dari 23 subjudul yang ada dalam Mayasmara. Sebutkan alasannya.
Share info event ini. Tag teman-temanmu dan Mayasmara.

Deadline 25 Agustus 2011
Pengumuman pemenang, 3 minggu setelah deadline.
Juara I mendapat paket buku senilai Rp. 300rb
Juara II mendapat paket buku senilai Rp. 200rb
Juara III mendapat paket buku senilai Rp. 100rb

Selamat menulis!
Salam
Mayasmara



Novel MAYASMARA
ISBN 978-602-98187-1-0
vi+154 hlm
Rp 25rb (sdh termasuk ongkir)
MAYASMARA bisa di dapatkan di agen/toko buku atau pesan via inbox fb hasfapublisher atau sms 081914032201.

LOMBA DESAIN COVER (deadline 25 Agustus 2011)


Terimakasih partisipasi teman-teman semua, berikut update Sementara Peserta Lomba Desain Cover MAYASERIES (Mayasmara The Series)

1. Pedri Indrasary

2. Oemar Fadel

3. Angga R

Deadline 25 Agustus 2011. berikut info lombanya

http://www.facebook.com/note.php?note_id=134481253287906

LOMBA DESAIN COVER

Mayasmara the series.

Mayana terus berjalan. Dia membutuhkan bantuanmu untuk cover buku barunya.

9 novelet terbaik lanjutan Mayasmara ini membutuhkan cover.

Kirim desain cover ke hasfriends57@gmail.com.

Subject email:MAY-cover.

Sertakan biodata naratif singkat.

ukuran buku 13,5x19,5 cm. desain dalam corel/photoshop atau program apa saja. boleh juga ilustrasi tangan.

boleh dikirim dalam bentuk jpeg atau PDF atau file corel/photoshop nya.tema desain sesuaikan dengan tema mayasmara.

Oh ya, tuliskan juga salah satu atau beberapa subjudul favoritmu

dari 23 subjudul yang ada dalam Mayasmara. Sebutkan alasannya.

Share info event ini. Tag teman-temanmu dan Mayasmara.

Deadline 25 Agustus 2011

Pengumuman pemenang, 3 minggu setelah deadline.

Juara I mendapat Rp 100rb dan paket buku senilai Rp. 300rb

Juara II mendapat paket buku senilai Rp. 200rb

Selamat Mendesain Cover Mayaseries!

Salam

Mayasmara

"MAYASMARA"

ISBN 978-602-98187-1-0

vi+154 hlm.Rp 35rb.

telah hadir di agen/toko buku terdekat.

bisa juga beli online via sms 081914032201

atau inbox fb hasfapublisher

update peserta event menulis kekuatan cinta dan doa


Terimakasih atas partisipasi teman-teman semuanya. Berikut daftar sementara peserta:

1.Triana Dewi

2.Sri Devi

3. Asni Juniarti

4. Inggar Saputra

5. Lismaul Husna

6. Rizki Amalia

7. Ira Sari Sevi Widyahartono

8. Iban Robani

9. Okti Li

10. Alan Maulana

11. Nei Lee

12. Titin Septiana

13. Sekar Sae Khoirunnisa

14. Dwi Aprilytanti

15. Lusi Mulyantini

16. Ganden Aditera

17. Raditya Surya

18. Imroatul Aziza

19. Ade Batari

20. Rurin Kurniati

21.Angger Pelangi

22. Victoria Ivy Tansil

23. Riana Yahya

24. Amin Jafar

25. Siti Mualifah

26. Eka Oktarya

27. Taufiqurrohman Hariri

28. Molzania

29. Maryam Zakaria

30. Yanti Nur Rohmayanti

31. Fauziah Harsyah

32. Ayun Sri Rezkiana

33. Lina Rosliana

34. Dudu AR

35. Lyan Rayhvan

35. Selly Yanti

36. Putu Ririn Andreani

37. Delis MQ

38. Sara Amijaya

39. Agnety Ghosby

40.Sinta Agustina

41. Dwi Sekarang Mah

42. Ragil Papa Aira

43. Rona Febriani

44. Titi Wahyuni

45. Saefullah

46. Lara Ahmad

47. Ratu Marfuah

48. Entoni Putra

49. Irhayati

50. Xanjeng Nura

51. Sigit Dwi Wintono

52. Noorhani Dyani Laksmi

53. Sigit Dwi Wintono

54. Ihsanul Fikri

55. Shaleh Maulana Usaid

56. Amanda ratih Pertiwi

57. Ummu Fatimah Ria Lestari

58. Dhia Illushe

59. Sisilia Wisye

60. Alifah Quratuain

61. Ika Oktavianti

62. Herlina Anshory

63. Faika Rizky D

64. Nailul Fitri Azizah

65. Naina Humaira

66. Elrowi

67. Haris Firmansyah

68. Wahyu Ekasari

69. Leila Rizki Niwanda

70. Setiani Imaningtyas

71.Elrowi

72. Nessa Kartika

73. Frans Apriliadi

74. Tiara Deviana

75. Chika Rei

76. Zulhesya Aprilia

77. Choiriyah

78. Sartika Sari

79. Atieq Ilham

80. Muzzammilah

81. Ainun Kurnia

82. Aas Kaslan

83. minarni solikhatun

84. Prabowo Putro Awaludin

85. Linggar Octaviani

86. Chaerani Azizah

87. Nunu El Fasa

88. Soma Salim Sain

89. Yunda Biru Langit

90. Dwi Puspa Nurya

91.Ragil Kuning

92.Ila Rizky Nidiana

93. Mukti A Farid

94. Annisa Rona

95. Rela Puteri Pamungkas

96. Diah Prabaningrum

97. Riana Sriwijayanti

98. Sandza

99. Nuraini Fa

100. Syarifuddin

101. Rizka Dita

102. Nyi Penengah Dewanti

103. Leni Afriani Rahayu

104. Askar Marlindo

105. Pipit Setiafitri

106. Sutanto Ari Wibowo

107. Salsabilah Nadifah

108. Neny Silvana

109. Eka Nur Susanti

110. Lintang Kelana

111. Nikky Vianti

112. Erny Ratnawati

113. Erfin Nur Rohma

114. Prima Dwi Nanda

115. Imam Apriansyah

116. Nain Tety Nurhayati

117. Ria Hermy Raisa

118. Rachmi Rosanti

119. Harry Gunawan

120. Intan Daswan

121. Kiandra Aesha

122. Nanaz Nazrul

123. Cahaya Terang

124. Fadhilah Isnaini

125. Nonna Reza

126. Syarifuddin K

127. Dinu Chan

128. Dee An

129. Arif Zunaidi Riu

130. Marliyani

131. Lestari

132. Tiaandi Langit Ara

133. Diki Elfira

134. Asri Andarini

135. Aqrobu Littaqwa

136. Putri Hasyim

137. Inggang Perwasa

138. Erna Nur Hasanah

139. Ryva Nova

140. Elly Romdliyana

141. Fitri Yatul Humairo

142. Haziah Ans

143. Amma O Chem

144. Ryva Nova

145. Ayicha Seila

146. Winarto

147. Shine Fikri

148. Windy Asriani

149. Mei Idda

150. Amrina Salmah

151. Fitri Susilowati

152. Indriani

153. Ary Nur Azizah

154. Harlis Setyowati

155. Ana Monica

156. Eramayawati

157. Silvia Dyah

158. Sri Siska

159. Nur Aini Latifah

160. Fuatuttaqwiyah

161. Ummu Salma

162. Izzah Fitri

163. Sri Mulyaningsih

164. Novi Najmi

165. Yumi Yulanda

166. Mohammad Ramdani

167. Sari Yulianti

168. Bintang Bumoe

169. Muhammad Iqbal Tarigan

170. Syahda Ayu Nurmaya

171. Syamsul Arif Ghalib

silakan yang merasa sudah mengirim dan memenuhi persyaratan, tapi belum terdaftar di sini, menulis komen di bawah sini atau inbox. ditunggu s/d 3 Agustus 2011. terimakasih.

oh ya, ikuti juga event berikutnya berkenaan dengan Dear LOVE.

Lomba Komen Dear Love

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=254153214595680&set=at.252884051389263.73289.216191115058557.100001861539154&type=1&ref=nf

Lomba Resensi Dear Love

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=255300177814317&set=at.216192158391786.64441.216191115058557.100001861539154&type=1&ref=nfm

Sudah membeli Dear Love?

Berikut 15 alasan membeli DearLove untuk koleksi pribadi maupun sebagai hadiah bagi kawan/saudara/yg tercinta

1. berisi 111 naskah terpilih dari 800-an naskah yg masuk

2. mengandung esensi kebaruan

3. penuh kejutan dan menginspirasi

4. royalti menjadi kontribusi bagi pendidikan anak usia dini

5. sebagai referensi membuat flash fiction

6. menjadi sumber inspirasi dalam menulis....bayangkan 111 ide, bisa jadi 111 cerpen dan 111 novel jika dikembangkan. tentu saja harus berimprovisasi agar tdk menjadi plagiator.

7. membaca sastra, melembutkan jiwa. Mengasah kecerdasan emosional, spiritual, dan kepekaan sosial

8. 111 cerita dengan 111 moral of the story, hikmah yang bisa dipetik.

9. belajar empati dengan membaca berbagai kisah di dalamnya, ada bahagia, kesedihan, airmata, dsb.

10. bahan kontemplasi diri, ataupun bersama pasangan dan siapa saja.

11. memahami cinta dan pernak perniknya sehingga menghidupkan cinta demi meraih cinta dan cahaya ilahiah.

12. proses penulisan dengan pengalaman empirik dan puitis si penulis yang bisa dibilang, mencegah penghamburan kata.

13. memahami karakter cinta, keikhlasan cinta, serta usaha untuk cinta

14. menyuguhkan cinta dalam berbagai kondisi sosial yang ada

15. Bonus alasan; ada lomba resensinya, berhadiah paket buku senilai 200ribu.

Judul : Dear Love

menghubungi cinta-menghubungkan cinta-hubungan cinta

111 tulisan tentang cinta

Penerbit: Hasfa Publishing

ISBN 978-602-98386-7-1

227hlm. Rp 49rb

Hadir di Gramedia,TB GunungAgung,TB Togamas dan toko-toko buku